Dari
abu hurairah ra., ia berkata : rasulullah saw. Bersabda ; “ dua kalimat yang
ringan pada lisan, berat pada timbangan amal, disukai olrh allah yan gmaha
pengasih, yaitu “ SUBHAANALLAAH WABIHAMDIHI, SUBHAA NALLAAHIL’AZHIIM “ ( maha
seci allah dengan memuji kepada- nya ;
maha suci allah yang maha agung ) “. ( HR. bukhari dan Muslim)
Dari
abu hurairah ra., bahwa rasulullah saw . berkata : ‘ barangsiapa mengucapkan : “ LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAASYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU
WALAHULHAMDUR WAHUWA ‘ALAA KULLI SAY- IN QADIIR” ( tidak ada tuhan
selain allah dzat yan gmaha esa, tidak ada sekutu bagi-nya, bagi- nya segala
kekuasaan dan segala puji. Dia maha kuasa atas segala sesuatu ) dalam sehari
seratus kali, maka baginya ( pahalanya ) sama dengan memerdekan sepuluh budak
dan dituliskan untuknya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan dan
ucapan itu merupakan penjagaan baginya dari gangguan setan pada hari tersebut
sampai petang, serta tidak seorangpun dating dengan membawa yang lebih utama
dari apa yang ia bawa ( kelak di hari kiamat), kecuali seseorang yang beramal
lebih banyak daripada itu “ dan beliau
bersabda : “ SUBHAANALLAH WABIHAMDIHI” dalam sehari seratus kali maka turunlah
kesalahan- kesalahan, meskipun kesalahan- kelsalahannya itu sebanyak buih di
laut. ( HR. Bukhari dan Muslim)
Dari
ayyub al anshariy ra., dari nabi saw., beliau bersabda : “ barangsiapa
mengucapkan : “ LA
A ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA
SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA’ALAAKULLISYAI- IN QADIR “
sepuluh kali, maka ia bagaikan orang yang memerdekan empat jiwa dari keturunan
ismail “. ( HR.Bukhari dan Muslim)
Dari
al mughirah bin syu’bah ra., bahwa rasulullah saw. Setiap selesai sholat dan
mengucapkan salam, beliau membaca : “ LAA ILAAHA
ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI
SYAI- IN QADIIR ALLHUMAA LAA MAANI’A LIMAA A’THAITA WALAA MU’THIYA LIMAA
MANA’TA WALAA YANFA’U DZAL JADI MINKAL JADDU” ( tiada tuhan selain allah
dzat yang maha esa, tiada sekutu bagi-nya. Bagi- nya segala kekuasaan, dan
pujian; dia maha kuasa atas segala sesuatu. Ya allah tiada yang dapat
menghalangi terhadap apa yang engkau berikan, dan tiada yang dapat memberikan
apa yang engkau halangi, dan tidak berarti apa- apa kekayaan bagi orang kaya karena
semua berasal dari pada-mu)”. ( HR. Bukhari dan Muslim)
Dari
abu hurairah bahwasanya orang- orang dari sahabat nuhajirin dating kepada rasulullah saw. Dan
berkata : “ orang- orang kaya telah memperoleh derajat yang tinggi dan
kebahagiaan yang abadi, dimana mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka
berpuasa sebagaimana kami berpuasa, mereka mempunyai kelebihan harta sehinggga
dapat menunaikan haji, umrah, berjuang dan bersedekah. “ rasulullah saw.
Bersabda : “ maukah kalian aku ajari sesuatu yang dapat mengejar pahala orang-
orang yang telah mendahului kamu dan juga orang- orang yang sesudah nanti serta
tidak ada seseorang pun yang lebih utama dari kamu, kecuali orang yang berbuat
seperti apa yang kalian perbuat ? “ mereka menjawab : “ mau, wahai rasulullah,
beliau bersabda : “ yaitu kalian membaca tasbih, tahmid, dan takbir setiap
selesai shalat sebanyak tiga puluh tiga kali. “ abu shalih orang yang
meriwayatkan hadits ini dari abu hurairah ra., berkata : “ ketika beliau
ditanya tentang bagaiana mengucapkannya,
beliau bersabda: SUBHAANALLAAH, ALHAMDULILLAH
dan ALLAAHU AKBAR masing- masing dari tiga
kalimat itu dibaca tiga puluh tiga kali”. ( HR. Bukhari dan Muslim)
Dari
aisyah ra., ia berkata : “ rasulullah saw. Pada waktu rukuk dan sujud, beliau
sering membaca : “ SUBHAANAKAL LAAHUMMA RABBANA WA
BIHAMDIKA ALLAAHUMMAGHFIRLII “ ( maha suci engkau yang allah tuhan kami dan dengan memuji
kepada-nya ya allah ampunilah dosa ssaya )”. ( HR. Bukhari dan Muslim)
Dari
abu hurairah ra., bahwa rasulullah saw. Bersabda : “ allah ta’ala berfirman : “
aku selalu mengikuti sangkaan hamba- ku selama ia ingat kepada-ku. Apabila ia
inga kepada-ku di dalam dirinya, maka akupun mengingatnya di dalam dzat ku, dan
apabila ia ingat kepada-ku di tengah- tengah majlis, maka aku pun mengingatnya
dalam rombongan yang lebih baik dari rombongannya “. ( HR. Bukhari dan Muslim)
No comments:
Post a Comment