Makhluk hidup pasti akan bereaksi
terhadap lingkungan nya. Rangsangan adalah suatu contoh pergerakan makhluk,
karena membutuhkan energy dari sekitarnya. Rangsangan dapat berupa sentuhan,
cahaya, panas, zat kimia, suara dan lainnya. Manuisa dan hewan mempunyai alat
untuk mengenali adanya rangsangan yang
disebut indra. Tumbuhan tidak mempunyai indra, namun tumbuhan dapat bereaksi
terhadap rangsangan. Keamampuan makhluk memberi
tanggapan terhadap rangsangan disebut iritabilitas.
Manusia dan hewan dapat bergerak
dengan bebas dan pergerakannya tampak jelas. Berbeda dengan makhluk hidup
lainnya, gerak yang terjadi pada tubuhan tidak dapat diamati dengan jelas.
Pergerakan yang terjadi karena adanya pengaruh dari berbagai factor. Tetapi ada
juga yang terjadi tanpa bantuan rangsangan dari luar.
Tumbuhan mempunyai iritabilitas
terbatas, khususnya tumbuhan tingkat tinggi, tidak bisa menggerakkan seluruh
tubuhnya ataupun untuk berpindah tempat. Gerakan pada tumbuhan tinggi hanya
dapat terjadi pada sebagian tuguh atau organ tumbuhan,
misalnya ujung batang bergerak kea rah datangnya cahaya, dan ujung akar tumbuh
ke bawah. Oleh karena itu gerak tumbuhan tidak mudah diketahui. Gerakan
tumbuhan terjadi karena adnya proses pertumbuhan dan adnya kepekaan terhadap
rangsang (irritabilita) yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut. Menurut penyebabnya gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi
tiga, yaitu: gerak higroskopis, gerak etionom/gerak esionom, gerak
endonom/autonomy (gerak spontan). Berdasarkan sifatnya, gerak etionomdibedakan
menjadi tiga, yaitu : tropi/tropisme, taksis (gerak pindah trmpat), dan nasti.
Teopisme meliputi fototropi/heliotrope, geotropi, hidrotropi, tigmotropi
(haptotropi), kemotropi, reotropisme. Taksis meliputi fototaksis dan
kemotaksis. Nasti meliputi seismonasti, niktinasti,
thermonasti, dan nasti kompleks. Sedangkan gerak endonom ada dua, yaitu
: endonom nutasi dan endonom higroskopis.
Gerak higroskopis
Adalah gerak yang disebabkan oleh
pengaruh meningkatnya kadar air. Contoh : pecahnya buah polongan ( petai cina,
jarak ), membukanya annulus pada sporangium ( kotak spora ) pada tumnuhan paku-
pakuan, membukan dan menutupnya sporangium pada tumbuhan lumut oleh peristom.
Gerak etionom/esionom
Gerak etionom adalah gerakan pada
tumbuhanyang disebabkan oleh rangsangan yang berasal
dari tumbuhan tersebut. Factor penyebab gerakan etionom bisa berasal
dari factor rangsang sentuhan, air , cahaya, temperature/suhu, zat kimia, dan
lain sebagainya. Brdasarkan sifatnya gerak etionom dibedakan menjadi tiga,
yaitu ;
1. Tropi
atau tropisme
Tropisme adalah
gerakan tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan dari luar. Rangsangan dari
luar yang mempengaruhi gerak umbuhan ada bermacam- macam. Misalnya cahaya, air
atau kelembaban , dan sentuhan atau singgungan, tropisme meliputi :
a.
Fototropi (heliotrope) adalah gerak bagian
tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Apabila
gerak tumbuhan tersebut menuju cahaya, berarti tumbuhan tersebut melakukan
gerak fototropisme positif. Contoh fototropisme positif adalah biji-
bijian yang sedang tumbuh tunas. Apabila gerakan tumbuhanini menjauhi arah
cahaya, maka disebut fototropisme negative.
b.
Geotropi : adalah gerakan bagian tumbuhan karena
pengaruh medan bumi. Apabila arah tumbuhan tersebut ke
atas, maka termasuk geotropism negarig. Akan tetapi, apabila arah
pertumbuhan menuju kebawah berarti termasuk gerak geotropism positif. Contoh
geotropisme positif adalah pertumbuhan akar yang selalu menuju kebawah atau ke
dalam tanah.
c.
Hidrotropi : adalah gerak yang bagian tumbuhan
menuju kea arah yan basah atau berair. Arah pertumbuhan
menuju ke tempat yang berair disebut gerak hidariotropisme positif. Apabila
arah pertumbuhan tumbuhan menjauhi tempat yang berair disebut gerakan
hidariotropisme negative. Contoh hidrotropisme positifnadalah arah pertumbuhan
ujung akar didalam tanah yang selalu menuju ke tempat yang mengandung air.
d.
Tigmotropi (haptotropi) : adalah gerakan
membelok bagian tumbuhan sebagaiakibat persinggungan.
Contohnya adalah membelitnya ujung batang dan sulur Cucurbilaceae, sirih.
e.
Kemotropi : adalah gerak karena rangsang kimia.
Contohnya adalah gerak pertumbuhan akar menuju ke daerah- daerah yang banyak
mengandung unsur- unsur hara, gerak berbeloknya
ujung akar menjauhi akar menjauhi besi yang berkarat di dalam tanah , gerak
benang sari menuju ke indung telur karena adanya rangsang berupa senyawa kimia
yang dikeluarkan oleh indung telur.
f.
Reotropisme : adalah gerak bagian tubuh tumbuhan
kaena rangsang berupa arus air. Contohnya adalah gerak tumbuhan air yang tumbuh
searah dengan arus air pada sunga- sungai yang beralir deras.
2. Taksis
( gerak pindah tempat)
Adalah gerak
pindah tempat oleh tumbuhan ( bersel satu) atau bagian tumbuhan menujua atau
menjauhi arah datangnya rangsangan, meliputi :
a.
Fototaksis : rangsangan cahaya, contohnya adalah khloroplas bergerak ke sisi sel yang
mendapatkan cahaya matahari, euglena virdis selalu bergerak menuju
tempat yang terkena cahaya, spora jamur pilobolus akan bergereak menuju tempat
yang terkena cahaya.
b.
Kemotaksis : rangsangan zat kimia. Contohnya
adalah bacteri aerob selalu beerkumpul pada tempat yang
banyak oksigen, spermatozoid bergerak menuju sel telur pada peristiwa
pertumbuhan lumut yang rangsangan penyebabnya adalah zat gula atau protein.
c.
Nasti ; adalah gerak
bagian tubuh tumbuhan sebagai tanggapan terhadap rangsangan yang datangnya dari
luar. Gerak nasti disebabkan oleh perubahan tekanan turgor didalam sel
penyusun tumbuhan. Tekanan turgor adalah total
molekul air terhadap dinding sel. Jika kadar air sel tinggi maka tekanan turgor
kuat, dan sebalinya. Gerak nasti disebabkan oleh perubahan tekann turgor
di dalam sel penyusun tumbuhan. Tekanan turgor adalah tekanan total molekul air terhadap dinding sel. Jika kadar
air sel tinggi maka tekanan turgor kuat, dan sebaliknya. Gerakan nasti meliputi
:
a.
Seismonasti ( tigmonasti) ; adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan sentuhan atau persinggungan. Contoh :
gerak menutupnya daun putri malu ( Mimosa pudica ) bila terkena sentuhan.
b.
Niktinasti : adalah gerak tubuh tumbuhan karena adanya rangsang intensitas perubahan cahaya yaitu
gelap atau terang. Gerak ini terjadi karena perubahan tekanan turgor
pada pulvinus seperti halnya pada seismonasti. Contoh : gerak menutupnya daun
majemuk pada daun Leguminosae pada waktu malam.
c.
Fotonasti : rangsangannya adalah cahaya. Contoh
: mekarnya bunga pukul empat (Mrabilis jalapa) pada sore hari
d.
Thermonasti : gerak
nasti karena pengaruh suhu/temperature. Contoh : membukanya bunga tulip
karena pengaruh temperature ( biasa terjadi pada daerah dingin ).
e.
Hiptonasti adalah gerak
nasti yang terjadi pada tumbuhan insektivora yang disebabkan oleh sentuhan
serangga. Contoh ; menutupnya daun tumbuhan kantung semar dan venus
ketika tersentuh serangga kecil. Jika seekor serangga mendarat di permukaan
daun, daun akan cepat menutup. Akibatnya , serangga tersebut terperangkap dan
tidak dapat keluar
f.
Nasti komplek : nasti
kompleks adalah gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa factor
sekaligus yang terkait. Contoh : gerak membuka dan menutupnya sel penutup pada
stomata.
3. Gerak
endonom/ autonomy ( spontan )
Gerak ini
merupakan gerak tumbuhan yang tidak disebabkan rangsangan dari luar. Di
perkiran gerak yang terjadi disebabkan oleh rangsanagan yang berasal dari dalam
tumbuhan itu sendiri :
Gerak endonom
ada 2 yaitu :
a.
Endonom nutasi yang merupakan gerakan spontan. Contoh : gerak aliran sitoplasma pada
tumbuhan air Hydarilla verticillata.
b.
Endonom higroskopis yaitu akibat kadar air yang
rendah. Contoh : pecah kacang polong – polongan saat kering.
No comments:
Post a Comment