Seringkah kita melihat berbagai macam dedaunan
yang berserakan di halaman, bagi yang memiliki tanaman pohon pasti banyak
sekali sisa- sisa dari tanaman tersebut berjatuhan kebawah. Dari sisa sisa
tersebut kebanyakan berupa dedaunan yang apabila digunakan dan diolah sebagai
pupuk maka akan bermanfaat sekali bagi kelangsungan dan kesuburan tanaman lain.
sebelum kita melakukan kegiatan pengomposan, kita liat dulu apa itu
pengertian kompos dan bagaimana membuatnya.
Kompos adalah pupuk yang dibuat dari hasil
penguraian aneka bahan sampah organic proses terbentuknya kmpos dari bahan
bahan organic dapat dipercepat secara artifilasi oleh populasi berbagai macam
mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab dan aerobic atau
anaerobic. ( s, alex “ sukses mengolah sampah organic” ).
Mari kita siapkan langkah langkahnya
Pertama siapkan wadah pengomposan bisa berupa
kantong plastic atau sejenisnya,, kain, jangan gunakan dari bahan logam, karena
akan memperlambat pengomposan akibat reaksi logam dengan kelembaban.
Siapkan sisa dedaunan yang kering secukupnya
dan masukkan kedalam wadahyang
dibawahnya dimasukkan tanah sebagai dasar pembentukan tanah.
Lakukan langkah langkah tadi secara bergantian
dimulai dari tanah, diatas nya dedaunan, diatasnya lagi tanah kemudian dedaunan, dan terakhir dilapisi
dengan permukaan tanah sebagai penutup guna menjaga kelembaban dan menekan
dedaunan.
Langkah selanjutnya bisa langsung disiram dengan air sumur , atau juga bisa ditambahkan bio organic
yang banyak dijual dipasaran sebagai pemercepat pembusukan kompos tadi.
Tutup rapat dan tempatkan di tempat teduh
hingga beberapa pekan, pada umumnya
pengomposan tergantung pada bahan pengomposan, mulai dari minimal 3 hari hingga
3 bulan lamanya. Proses pengomposan terjadi jika tidak ada bau yang
menyenagat. Pengomposan dikatakan
berhasil 100 persen jika sudah terjadi perubahan bahan organic tadi menjadi
tanah, atau paling tidak menyerupai tanah.
Semoga tutorial singkat ini bisa dikembangkan
lebih lanjut dan dapat digunakan untuk pemupukan tanaman sendiri atau juga bisa
dikemas dan dijual dengan mempertimbangkan biaya produksi.
No comments:
Post a Comment