Friday, 1 December 2017

Padang lamun

Lamun adalah tumbuhan berbunga yang dapat meyesuaikan diri untuk hidup di dasar laut. Sama halnya dengan padang rumput di daratan, lamun juga membentuk padang yang luas dan lebar di dasar laut, sehingga dinamakan lamun. Lamun hidup diperairan laut dangkal berlumpur, agak berpasir lunak, dan tebal. Apalagi lamun sering terdapat di perairan laut antara hutan mangrove dan terumbu karang. Ekosistem padang lamun di Indonesia tersebar di perairan pulau jawa, sumatera, aklaimantan, Sulawesi, nusa tenggara, Maluku, dan papua ( irian jaya ).

Pertumbuhan padang lamun, sangat tergantung pada factor- factor berikut :
a.       Perairan laut dangkal berlumpur dan mengandung pasir
b.      Kedalaman tidak lebih dari  10 meter, sehingga sinar matahari dapat tertembus
c.       Temperature antara 20 – 30 0C
d.      Kadar garam antara 25- 35 per mil
e.       Kecepatan arus sekitar 0,5 m/detik

Fungsi padang lamun di lingkungan pesisir adalah sebagai berikut :

1.      Sebagai tempat berkembangnya ikan- ikan kecil dan udang
2.      Sebagai perangkap sedimen sehingga terhindar dari erosi
3.      Sebagai penyedia bahan makanan berbaai ikan yang hidup di  padang lamun
4.      Sebagai bahan untuk membuat pupuk

5.      Sebagai bahan untuk membuat kertas

Oseanografi

Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari keadaan lautan. Bidang kajian ilmu tersebut meliputi laut dan gerakannya, arus, pasang naik, pasang surut, temperature, kedalaman, dan kehidupan yang ada di dalamnya, termasuk pula geologi laut dan bentukan- bentukan yang ditimbulkan oleh proses kelautan. Sebagian besar permukaan bumi terdiri dari permukaan laut/lautan. Diperkirakan hampir tiga per empat atau 71% dari muka bumi tertutup oleh lautan. Dengan mempelajari dan memahami ilmu tentang oseanografi, maka kita mengetahui apa saja yang ada dan bagaimana siklus kehidupan terjadi terutama proses apa saja yang ada di lautan. Sehingga kedepan- nya diharapkan dengan pemahaman kita terhadap lautan, akan menjadikan kita untuk berhati- hati dalam merencanakan pembangunan bagi kepentingan bersama dan tidak mengakibatkan kerusakan untuk jangka panjang bagi generasi mendatang.


Manfaat pengukuran angin dan jenis- jenisnya
Perbedaan tekanan udara di beberapa tempat menimbulkan aliran udara. Aliran ini berlangsung dari tempat yang tekanan udaranya tinggi ke tempat yang tekanan udaranya rendah. Udara mengalir inilah yang disebut angin.
Arah dan kecepatan angin dapat diketahhui dengan bermacam- macam cara, antara lain dengan bendera angina. Arah angin dinyatakan dalam derajat 3600 atau 00 berarti angin utara 900 angin timur 1800 angin selatan dan 2700 angin barat.
Arah dan kecepatan angin dapat ditentukan dengan alat yang disebut anemometer. Biasanya digunakan anemometer mangkok. Bagian penting dari alat ini adalah tiga atau empat mangkok yang yang dapat berputar pada sumbu tegak lurus. Kalau bagian yang cekung ditimpa angina, maka berputarlah mangkok- mangkok tersebut. Kecepatan angin dapat dibaca pada skala. Arah dan kecepatan angina pada suatu saat juga dapat diketahui melalui anemometer dan hasil catatatnnya disebut anemogram.
Penentuan arah dan kecepatan angina banyak manfaatnya, lebih- lebih untuk keperluan penerbangan. Mengetahui arah dan kecepatan angin di permukaan bumi berarti membantu dalam menentukan arah dan panjang landasan pacu pesawat terbang, jumlah penumpang, dan bahan bakar yang diperlukan. Untuk itu, perlu diadakan penyelidikan mengenai arah dan kecepatan angina pada lapisan udara atas.
Dalam penyelidikan angina, biasanya digunakan balon pilot. Balon pilot itu terbuat dari karet, berwarna merah, dan diisi dengan gas hydrogen. Sesudah balon dilepaskan, diikuti dengan theodolite. Theodolite yaitu teropong yang dapat mengukur sudut horizontal dan vertical. Dengan mengetahui kedudukan balon tiap menit, diketahui pula arah dan kecepatan angina pada ketinggian tertentu. Pengukuran ini hanya mampu mencapai angina pada ketinggian 6 atau 7 km. data diatas 7 km diperoleh dengan menggunakan alat yang disebut rawin. Rawin terdiri dari balon yang lebih besar dan dilengkapi dengan reflector atau pemancar rdio.
Kecepatan angina ditentukan oleh hal- hal sebagai berikut :
a.       Gradient barometric
Gradien barometric adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara melalui dua garis isobar yang dihitung untuk tiap- tiap 111 km = 10 di ekuator. Satuan jarak diambil dari 10 di ekuator yang panjangnya sama dengan 111 km ( 1/360 x 40000 km = 111 )
Bila diketahui garis isobar 1 tekanan udaranya 2000 mb, serta jarak kedua garis isobar adalah 300 km, tentukan gradient barometriknya.
Jawab :
Garis isobar I : 2010 MB
Garis isobar II : 2000 MB
Selisih tekanan = 10 mb dan jarak antargaris isobar = 300 km. maka gradient barometric = 10 : ( 300: 111) = 3, 7 mb

b.      Hukum stevebson
Kecepatan angin bertiup berbanding lurus dengan gradient barometriknya. Semakin besar kecepatannya.

c.       Relief permukaan bumi
Angina bertiup kencang pada daerah yang reliefnya rata dan tidak ada rintangan

d.      Ada tidaknya pohon- pohon yang tinggi dan lebat
Pohon- pohon yang lebat dan tinggi dapat menghambat kecepatan angina
Kecepatan angin menentukan kekuatan angin. Makin cepat angin bergerak, maka akan semakin kuat. Arah angin bergerak dipengaruhi juga oleh letak linyang. Seseorang ahli meteorology dari Negara belanda, Buys Ballot, mengemukakan hokum arah angina, yang berbunyi :
Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi menuju daerah tekanan rendah dan mengalamai pembiasan ke kanan di belahan bumi utara serta ke kiri di belahan bumi bagian selatan.
Kekuatan dan kecepatan angin dapat ditentukan dengan skala Beaufort seperti table dibawah ini :
Kekuatan angin
( skala Beaufort )
Kecepatan angin
Nama
keterangan
( m/det)
(km/jam)
0
0,0- 0,5
          0-1
Angin reda
Tiang asap tegak
1
0,6- 1,7
2- 6
Angin sepoi- sepoi
Tiang asap miring
2
1,8- 3,3
7- 12
Angin lemah
Daun- daun bergerak
3
3,4- 5,2
13- 18
Angin sedang
Ranting- ranting bergerak
4
5,3- 7,4
19- 26
Angin tegang
Dahan- dahan bergerak
5
7,5- 9,8
27- 35
Angin keras
Batang pohon bergerak
6
9,9- 12,4
36- 44
Angin keras sekali
batang pohon besar bergerak
7
12,5- 15,2
45- 54
Angin ribut
Dahan- dahan patah
8
15,3- 18,2
55- 65
Angin rebut hebat
Pohon- pohon kecil patah
9
18,3- 21,5
66- 77
Angin badai
Pohon- pohon besar patah
10
21,6- 25,1
73- 90
Angin badai hebat
Rumah- rumah roboh
11
25,2- 29,0
91- 104
Angin taifun/hurricane
Benda- berat beterbangan
            12
29,0 ke atas
105 ke atas
Angin taifun hebat hingga beberapa km
Benda berat beterbangan


Manfaat pengukuran angin dan jenis- jenisnya

Perbedaan tekanan udara di beberapa tempat menimbulkan aliran udara. Aliran ini berlangsung dari tempat yang tekanan udaranya tinggi ke tempat yang tekanan udaranya rendah. Udara mengalir inilah yang disebut angin.

Arah dan kecepatan angin dapat diketahhui dengan bermacam- macam cara, antara lain dengan bendera angina. Arah angin dinyatakan dalam derajat 3600 atau 00 berarti angin utara 900 angin timur 1800 angin selatan dan 2700 angin barat.

Arah dan kecepatan angin dapat ditentukan dengan alat yang disebut anemometer. Biasanya digunakan anemometer mangkok. Bagian penting dari alat ini adalah tiga atau empat mangkok yang yang dapat berputar pada sumbu tegak lurus. Kalau bagian yang cekung ditimpa angina, maka berputarlah mangkok- mangkok tersebut. Kecepatan angin dapat dibaca pada skala. Arah dan kecepatan angina pada suatu saat juga dapat diketahui melalui anemometer dan hasil catatatnnya disebut anemogram.

Penentuan arah dan kecepatan angina banyak manfaatnya, lebih- lebih untuk keperluan penerbangan. Mengetahui arah dan kecepatan angin di permukaan bumi berarti membantu dalam menentukan arah dan panjang landasan pacu pesawat terbang, jumlah penumpang, dan bahan bakar yang diperlukan. Untuk itu, perlu diadakan penyelidikan mengenai arah dan kecepatan angina pada lapisan udara atas.

Dalam penyelidikan angina, biasanya digunakan balon pilot. Balon pilot itu terbuat dari karet, berwarna merah, dan diisi dengan gas hydrogen. Sesudah balon dilepaskan, diikuti dengan theodolite. Theodolite yaitu teropong yang dapat mengukur sudut horizontal dan vertical. Dengan mengetahui kedudukan balon tiap menit, diketahui pula arah dan kecepatan angina pada ketinggian tertentu. Pengukuran ini hanya mampu mencapai angina pada ketinggian 6 atau 7 km. data diatas 7 km diperoleh dengan menggunakan alat yang disebut rawin. Rawin terdiri dari balon yang lebih besar dan dilengkapi dengan reflector atau pemancar rdio.

Kecepatan angina ditentukan oleh hal- hal sebagai berikut :
a.       Gradient barometric
Gradien barometric adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara melalui dua garis isobar yang dihitung untuk tiap- tiap 111 km = 10 di ekuator. Satuan jarak diambil dari 10 di ekuator yang panjangnya sama dengan 111 km ( 1/360 x 40000 km = 111 )
Bila diketahui garis isobar 1 tekanan udaranya 2000 mb, serta jarak kedua garis isobar adalah 300 km, tentukan gradient barometriknya.
Jawab :
Garis isobar I : 2010 MB
Garis isobar II : 2000 MB
Selisih tekanan = 10 mb dan jarak antargaris isobar = 300 km. maka gradient barometric = 10 : ( 300: 111) = 3, 7 mb

b.      Hukum stevebson
Kecepatan angin bertiup berbanding lurus dengan gradient barometriknya. Semakin besar kecepatannya.

c.       Relief permukaan bumi
Angina bertiup kencang pada daerah yang reliefnya rata dan tidak ada rintangan

d.      Ada tidaknya pohon- pohon yang tinggi dan lebat
Pohon- pohon yang lebat dan tinggi dapat menghambat kecepatan angin

Kecepatan angin menentukan kekuatan angin. Makin cepat angin bergerak, maka akan semakin kuat. Arah angin bergerak dipengaruhi juga oleh letak linyang. Seseorang ahli meteorology dari Negara belanda, Buys Ballot, mengemukakan hokum arah angina, yang berbunyi :

Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi menuju daerah tekanan rendah dan mengalamai pembiasan ke kanan di belahan bumi utara serta ke kiri di belahan bumi bagian selatan.

Kekuatan dan kecepatan angin dapat ditentukan dengan skala Beaufort seperti table dibawah ini :

Kekuatan angin
( skala Beaufort )
Kecepatan angin
Nama
keterangan
( m/det)
(km/jam)
0
0,0- 0,5
          0-1
Angin reda
Tiang asap tegak
1
0,6- 1,7
2- 6
Angin sepoi- sepoi
Tiang asap miring
2
1,8- 3,3
7- 12
Angin lemah
Daun- daun bergerak
3
3,4- 5,2
13- 18
Angin sedang
Ranting- ranting bergerak
4
5,3- 7,4
19- 26
Angin tegang
Dahan- dahan bergerak
5
7,5- 9,8
27- 35
Angin keras
Batang pohon bergerak
6
9,9- 12,4
36- 44
Angin keras sekali
batang pohon besar bergerak
7
12,5- 15,2
45- 54
Angin ribut
Dahan- dahan patah
8
15,3- 18,2
55- 65
Angin rebut hebat
Pohon- pohon kecil patah
9
18,3- 21,5
66- 77
Angin badai
Pohon- pohon besar patah
10
21,6- 25,1
73- 90
Angin badai hebat
Rumah- rumah roboh
11
25,2- 29,0
91- 104
Angin taifun/hurricane
Benda- berat beterbangan
          12
29,0 ke atas
105 ke atas
Angin taifun hebat hingga beberapa km
Benda berat beterbangan


Air tanah potensial

Pemanfaatan air tanah yang sangat kecil di Indonesia akan berdampak buruk kedepan- nya ketika terjadi musim kemarau, beberapa wilayah di Indonesia mempunyai kandungan air tanah yang potensial. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal sebagai berikut diantaranya :

a.    Intensitas curah hujan yang cukup tinggi rata- rata lebih dari 2000 mm/tahun
b.    Besarnya populasi tumbuh- tumbuhan penutup daratan ± 41.850 jenis dan sekitar 75 % berupa lahan kehutanan
c.    Sejak dahulu Indonesia memang dikenal sebagai Negara gararis, sehingga aneka jenis tanaman turut  memperbesar absorbs terhadap air permukaan.

Dengan kandungan air tanah yang potensial tersebut, maka air tanah dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan kehidupan. Secara umum, air di alam yang paling bersih dan paling sehat untuk minum, masak, mandi, dan cuci adalah air tanah. Hal ini disebabkan karena dalam perjalanan air dalam siklus hidrologi, air diserap tanah/ batuan sehingga terjadi proses penyaringan, pembersihan, dan penetralan derajat keasamannya.

Pemanfaatan air tanah dapat dilakukan dengan mudah yakni dengan menggali atau mengebor lapisan tanah. Untuk pemanfaatan air tanah tertekan, dapat dilakukan dengan teknologi pengeboran, sehingga muncul air artesis yang bermanfaat untuk berbagai keperluan hidup dan budaya, misalnya untuk keperluan industry dan pertanian.


Pada musim kemarau panjang, sungai- sungai besar seperti sungai musi, sungai Batanghari,  sungai Mahakam, sungai Kapuas, dan sungai membrano setiap hari memuarakan airnya jutaan meter kubik ke laut. Dari mana air itu berasal ? air sungai permanen, salah satunya berasal dari mata- mat air yang banyak terbentuk di daerah hulu daerah aliran sungai (DAS ) yang masih lebat hutannya.

Sugai- sungai permanen yang volume air nya relative tetap dimanfaatkan untuk pengairan, perhubungan, dan objek wisata. Karena itu air tanah harus dilestarikan ketersediaannya di dalam tanah. Salah satu cara melestarikan air tanah adalah dengan membuat sumur resapan, sebagai mana terlihat pada gambar disamping.


Dengan memanfaatkan limpahan air tanah yang melimpah ketika musim hujan tiba, berarti kita telah menabung untuk menjaga ketersediaan air ketika musim kemarau tiba. Pemanfaatan tersebut bisa dengan pembuatan tampungan berupa sumur artetis dan menanam, menjaga dan melestarikan hutan buatn alami maupun buatan agar nantinya akar- akar dari pohon tersebut dapat tetap selalu menjaga aliran air setiap saat. 

atomy pasta giggi luar biasa

haai sobatt,, tahu gakk sekarang telah hadir lho,, sebuah mall online dari korea selatan, itu lhoo negara yang terkenal dengan k- pop nya...